Selasa, 19 Juni 2012

Gaya hidup Kota



Seringkali dalam pembicaraan dengan rekan-rekan kami membahas mengenai masalah yang terjadi di Kota Makassar. Dalam pembicaraan lepas diwarung kopi sering kali kemi bercerita tentang macetnya Kota Makassar saat ini dan membuat kami menjadi tidak nyaman dalam melakukan aktifitas disiang hari. Sering kali kami bercerita tentang penyebab dari kemacetan yang terjadi dikota Makassar seperti semakin banyaknya kendaraan diakibatkan mudahnya masyarakat saat ini untuk mendapatkan kendaraan baru melalui cara kredit yang sering diberikan kemudahan. Hal tersebut tentu membuat kendaraan menjadi ramai terutama pada jam-jam aktifitas yang padat.  Sontak hal tersebut kami juga menyalahkan tentang mudahnya makanisme pengambilan kredit untuk mendapatkan kendaraan baru. 
Benarkah kemacetan yang terjadi di Kota Makassar dikarenakan mudahnya masyarakat mendapatkan kendaraan baru atau lebih dari itu seperti kesalahan mekanisme pelayanan transportasi umum pemerintah kota Makassar dalam mengatur transportasi massal yang ada di Kota Makassar?



Kota Tanpa Identitas


Pantai losori menjadi pantai paling di kunjungi oleh wisatawan domestik ataupun mancanegara
Pantai Losari

Kota Makassar merupakan kota dibagian selatan dari pulau sulawesi yang berada dijalur strategis wilyah perdagangan Indonesia. Sejak masih jaman belanda, Makassar telah dikenal dengan berbagai macam karakter yang menjadi identitas kedaerahan dari Kota Makassar. Banyak tokoh-toh berasal dari tanah para daeng ini menjadi tokoh nasional bahkan dunia seperti halnya Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf dan Sultan Alauddin.
Kota Makassar kini dalam pandangan penulis berada pada gerbang kehilangan identitas akibat dari serbuan perkemabangan teknologi dan informasi. Perkembangan informasi ini membuat kebanyakan generasi muda dan harapan muda pengembang Kota Makassar melupakan karakter mereka sebagai orang makassar. Satu contoh yang hampir tak terlihat lagi di Keramaian Kota Makassar adalah budaya senyum kepada yang lebih tua. Hari ini di Kota Makassar Kepedulian kepada orang disekitar kita nyaris hilang, hal ini tentu bertantangan dengan budaya kita yang sering distilahkan oleh orang tua kita tentang perhatian kepada orang lain seperti "tamu makan jagun, kita makan beras". Hal tersebut menandakan budaya hormat kepada orang lain. 

Budaya Kota Makassar
Banyak hal yang mempengaruhi terjadinya degradasi karakter dan identitas Kota Makassar. Salah satunya adalah pemimpin yang tidak bisa menjadi teladan bagi kaum muda untuk menjadi sosok yang berkarakter. Tag line kota makassar yaitu "Makassar menuju kota dunia" diartikan lain oleh pemimpinnya. Dari sudut pandang penulis tentang perkembangan kota Makassar saat ini adalah Makassar ini menjadi kota seperti kota berkembang di dunia yang artinya meninggalkan identitas kedaerah yang ada di Kota Makassar. Hal ini yang banyak menimbulakan kerusakan dan kekacauan di Kota Makassar seperti hilanyanya haritage kota yang menjadi bukti sejarah kemajuan Kota Makassar, juga kemacetan yang semakin "gila" tiap harinya. 

Menurut penulis, tag line "Makassar Menuju Kota Dunia" harusnya diartikan sebagai usaha meningkatkan karakter dan identitas Kota Makassar menuju level dunia. Tentu hal tersebut dapat dikembangkan apabila pemimpin, pemuda, dan masyarakat kota Makassar sadar dan tahu apa ciri dan karakter diri Kota Makassar.

Laguku